Panduan Praktis Sunah Sehari-hari Sepanjang Tahun

Dari Bersin Membuahkan Ukhuwah
Apabila kita mendengar orang bersin dan mengucapkan hamdalah, hendaklah kita melakukan tasymit padanya. Tasymit adalah mengucapkan “yarhamukallah”. Namun, jika ia tidak mengucapkannya, kita jangan mengucapkan tasymit baginya. Ucapan “yarhamukallah” hendaknya juga dibalas oleh orang yang bersin dengan ucapan “yahdikumullahu wa yushlihu baalakum”.
Inilah keindahan adab Islam yang diajarkan Rasulullah saw. Adanya timbal balik, saling menyapa dalam doa. Ini juga yang menjadi identitas untuk saling mengenal sesama muslim. Ucapan yarhamukallah merupakan sebuah doa indah, “semoga Allah swt menyayangi” orang yang bersyukur pada-Nya. Sementara ucapan yahdikumullahu wa yushlihu baalakum artinya “semoga Allah swt memberi kepadamu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu”.
Dari aspek taaruf pun, ini merupakan perkenalan yang membuahkan ukhuwah. Walaupun tidak saling mengenal, bahkan beda bahasa, tetapi dengan saling menyapa lewat doa melalui tuntunan Rasulullah saw, suasana pun berubah menjadi keakraban. Oleh karena itu, tuntunan Rasulullah saw yang indah ini tentu harus kita amalkan.
Adab yang dicontohkan di atas adalah satu dari sekian banyak keteladanan Rasulullah saw yang tak terhitung jumlahnya. Dengan mengamalkan setiap aktivitas keseharian, seperti tidur, cara makan, beribadah, dan lain-lain sesuai tuntunan Rasulullah saw, berapa banyak kebaikan yang kita dapatkan darinya. Semoga Allah swt merahmati kita dan senantiasa dalam hidayah-Nya.

Detik-detik Berharga & Menakjubkan

DETIK-DETIK BERHARGA & MENAKJUBKAN

Bagi seorang muslim, waktu malam adalah waktu yang amat istimewa. Di sepertiga malam, Allah menyuruhnya untuk bangun guna mengingat-Nya dengan cara beribadah kepada-Nya. Saat itu shalat malam atau tahajud menjadi detik-detik yang sangat menakjubkan. Tentunya bagi seorang hamba yang mengetahui manfaatnya saja.
Ya, malam memang sangat istimewa. Bukan awal atau menjelang tengah malam. Tapi sepertiga malam yang akhir.
Banyak keajaiban langsung saat itu di luar pengetahuan se-orang hamba. Apa itu? Yakni turunnya Allah, Tuhan semesta alam ke langit dunia. Untuk apa? Kata Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya, untuk mencari mana di antara hamba-hamba yang mengingat-Nya untuk dikabulkan permohonannya. Allah turun untuk membentangkan rahmat, maghfirah (ampunan) dan segala rahasia-Nya kepada mereka yang ingat pada-Nya. Allah akan mencari hamba-hamba yang beribadah kepada-Nya. Mencari mana di antara mereka yang shalat, membaca al-Qur’an, merenung, menangis, tafakkur, berdoa, memohon dan ‘curhat’ untuk segala hal bagi kehidupannya dan kehidupan orang-orang di sekelilingnya.
Ya, saat-saat yang sangat luar biasa. Manakala seorang muslim rajin memanfaatkan momentum istimewa ini sungguh merupakan sebuah kemuliaan dan karunia yang sangat besar. Kenikmatan yang tiada tara dan salah satu dari tiga kenikmatan dunia yang tersisa dalam hidupnya.
Seorang sahabat pernah berkata tentang hal ini, “Tidak ada kenikmatan dunia yang tersisa bagi seorang mukmin selain 3 hal. Yakni berkumpul dengan saudara-saudaranya seiman dan seakidah, shalat berjamaah di masjid, dan shalat malam
Pada sepertiga malam segala sesuatunya akan mulai dari nol lagi. Ketika seseorang ba-ngun pada malam hari, maka pikirannya masih segar, mulai aktif, dan tentunya masih fitrah dari segala beban hidup. Nah saat itulah ketika ia mengisi pikirannya dengan mendekat kepada Tuhannya dalam shalat, munajat dan curhat maka -tentu saja- Allah akan mencurahkan semua cucuran rahmat-Nya kepadanya. Kemudian, menjadi lembutlah hatinya, segarlah pikirannya dan semakin fitrah dirinya.