Ikhtisar Surah Yasin

IKHTISAR SURAH YASIN

 Surah Yasin [36] diturunkan setelah surah Jin [72] atau setelah Rasulullah r kembali dari Taif. Seperti diketahui, peristiwa di Taif sungguh menyayatkan hati Rasulullah r. Di tempat itu, beliau r telah dihina dan dilecehkan. Dalam suasana itu, Rasulullah r menghadapkan wajahnya kepada Allah I untuk berdoa agar diberi pertolongan. Sambil berdoa, Rasulullah r berjanji untuk terus berjuang dengan gigih dan penuh kesabaran dalam berdakwah. Beliau kemudian didatangi sekumpulan jin untuk menerima seruan-Nya ketika singgah di Nakhlah saat dalam perjalanan pulang ke Mekah. Selanjutnya, Rasulullah r menerima wahyu sebanyak 83 ayat ini yang mengandungi banyak pengajaran. Jika direnungi, pesan yang terkandung dalam surah ini sangat jelas. Salah satunya, sebagai seorang Muslim, kita diminta memantapkan iman terhadap ajaran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad r. Islam adalah agama Allah yang terakhir diturunkan untuk seluruh umat manusia. Ajarannya dapat menjamin kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun akhirat.

Kehidupan di dunia ini sementara. Hidup di dunia diibaratkan seperti sebuah kapal yang sedang berlayar dalam perjalanan yang jauh. Dunia ini diibaratkan seperti sebuah pelabuhan yang menjadi tempat singgah sementara bagi kapal untuk mengambil bekal yang perlu dibawa untuk meneruskan perjalanan menuju tempat yang dituju. Karena itulah, kita diperintahkan Allah I supaya mempersiapkan bekal yang cukup untuk dibawa ke alam akhirat. Menuju kampung akhirat merupakan perjalanan yang sangat jauh dan di luar jangkauan kita.

Secara umum, surah ini terdiri atas beberapa bagian. Bagian pertama meliputi ayat pertama hingga ayat yang keduabelas. Pada bagian ini, Allah I menegaskan bahawa Nabi Muhammad r adalah seorang rasul yang diutus untuk menyebarkan Islam kepada seluruh umat manusia dan memperbaiki penyimpangan akidah yang terjadi pada saat itu. Bagian kedua dimulai dari ayat ke-13 hingga ayat yang ke-32. Di sini, Allah I menjelaskan cara atau teknik berdialog kepada Nabi Muhammad r, khususnya kepada golongan penguasa dan mereka yang berpengaruh. Memang, ketika berdakwah dengan golongan terpelajar, seseorang harus mampu menggunakan logika dan fakta yang tepat. Hal ini dilakukan agar pendakwah dapat menyelishi mereka yang suka berpegang pada mitos atau cerita dongeng dari nenek motang mereka.

Bagian ketiga terdiri atas ayat ke-33 hingga ke-40. Pada bagian ini, konsep sains diterangkan dengan jelas supaya manusia sadar bahwa dengan kekuasaan Allah I yang tiada banding dan tanding. Jadi, dengan menghayati bagian ini,  manusia dilarang menyembah selain Allah dan tidak boleh mematuhi selain syariat-Nya.

Bagian keempat meliputi ayat ke-41 hingga ke-44. Dalam bagian ini, Allah I memaparkan kisah perjuangan Nabi Nuh u untuk dibandingkan oleh Nabi Muhammad r. Bagian kelima dimulai dari ayat ke-45 hingga ke-68. Allah I menceritakan kisah hari kiamat, kebangkitan semula manusia dari kubur, padang mahsyar, surga, neraka, serta keadaan penghuni di dalamnya. Hal ini bertujuan agar manusia sadar mengenai hakikat kehidupan yang mesti dilaluinya. Kehidupan di dunia adalah untuk beramal dan beribadah kepada Allah, sementara kehidupan di akhirat untuk menerima balasan dari setiap amalan yang dilakukan.

Bagian keenam terdiri atas ayat ke-69 dan ke-70. Di sini, Allah I menafikan dakwaan para sastrawan Quraisy yang menyamakan Alquran dengan syair serta tuduhan mereka yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang penyair yang pandai menggunakan ilmu sihir. Bagian ketujuh dimulai dari ayat ke-71 hingga ke-81. Dalam bagian ini, Allah I memerintahkan manusia berpikir untuk mencari rahasia kejadian alam semesat agar mereka menjadi orang yang beriman dan berilmu pengetahuan tinggi. Di sinilah pentingnya kedudukan ilmu, sekaligus iman. Ilmu dan iman sangat berkaitan. Keimanan yang tidak dibarengi dengan ilmu atau hanya sekadar ikut-ikutan akan membuat keimanan itu lemah dan gampang diperdaya. Sebaliknya, ilmu yang tanpa iman akan membuat kerusakan di mana-mana.

Bagian kedelapan atau yang terakhir melingkupi  ayat ke-82 dan ke-83. Allah I membuat kesimpulan terhadap seluruh persoalan yang ada dalam surah ini. Allah I pemilik alam ini dan mampu melakukan apa pun sesuai yang dikehendaki-Nya.

melwin.siboro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *