Surat dari Bapak

1-desain-sampul-surat-dr-bapak-vert_001

Gol A Gong yang sukses berkat novel “Balada Si Roy” memulai karier menulisnya dengan menjadi wartawan. Tahun 1989, pria penggemar bulutangkis ini tercatat sebagai wartawan tabloid Warta Pramuka (Kompas Gramedia). Kemudian pada 1994 hingga 1995, ia bekerja di tabloid Karina. Ia juga sempat menjadi reporter freelance di beberapa media massa.
Ketika Gol A Gong mulai membuka perpustakaan keluarga untuk masyarakat pada tahun 1990-an, pada saat bersamaan dia juga merintis penerbitan tabloid bulanan berbasis komunitas, yaitu Banten Pos (1993) dan Meridian (2000). Dua tabloid itu hanya bertahan enam bulan. “Saya diancam petugas dengan pistol di atas meja jika tidak menghentikan penerbitan tabloid,” ujar pria yang sempat bercita-cita menjadi pilot di masa kecilnya itu.
Gol A Gong yang tidak menamatkan kuliahnya dari Jurusan Sastra Indonesia Unpad, bersama istrinya, Asih Purwaningtyas Chasanah atau lebih akrab disapa Tias Tatanka, dibantu sahabat-sahabatnya, mendirikan komunitas baca Rumah Dunia di kompleks Hegar Alam 40 Ciloang, Serang, Banten. Menurutnya, pembentukan komunitas ini merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya di Banten. Kegiatan “wisata” bagi anak-anak, yaitu wisata baca, wisata dongeng, wisata teater, wisata mengarang, wisata gambar, dan wisata study. Sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa berupa “gempa literasi”, yaitu pertunjukkan seni, bazaar buku, pelatihan menulis, aneka lomba literasi, diskusi kebudayaan, launching, dan bedah buku.
Kini Gol A Gong kembali menulis sebuah novel yang sarat dengan nilai-nilai anti-korupsi. Berangkat dari kepeduliannya tentang keadaan di tempat tinggalnya, dia menulis kisah tentang Farhan, seorang pemuda yang berasal dari keluarga sederhana, namun karena kekhilafan yang dilakukan sang Bapak, ia pun terpaksa menjalani kehidupan yang tidak pernah dibayangkannya dan menyandang predikat anak koruptor. Bagaimanakah kisah Farhan selanjutnya?
Berkat novel Surat dari Bapak ini, Gol A Gong mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dalam International Indonesia Book Fair pada 22 September 2016 yang lalu.

***

Cover Depan Surat Dari Bapak    Cover Belakang Surat Dari Bapak

***

Dikutip dari Buku Surat Dari Bapak
ISBN : 978-602-216-029-8
Ukuran : 13 x 19 cm; 176 hlm
Dapatkan bukunya di sini

Roller Coaster

cvr-roller-coaster-1-vert_001

Korupsi telah mulai mengubah tatanan sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh dibuai sehingga mengganggap kejahatan korupsi adalah sesuatu yang biasa. Dengan semangat anti-korupsi tersebut, Arimbi Bimoseno meramu sebuah kisah yang membawanya mendapatkan penghargaan Penulis Terbaik untuk kategori Fiksi Umum dalam Program Indonesia Membumi yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).

***

cvr-roller-coaster_dp    cvr-roller-coaster_bl
“Mungkin seperti inilah sakit yang dirasakan Papi saat Mami pergi meninggalkannya. Dia begitu sedih hingga menjadi gila.”
“Salwa, kamu membuat Mami merasa bersalah. Danu Bismaka sudah lama gila, jauh sebelum dipenjara. Sejak dia berani menerima uang yang tidak jelas asal-usulnya, sejak dia menganggap uang negara adalah uang pribadinya, dia sudah gila. Dia benar-benar sudah berubah. Dia tidak mendengarkan ucapanku, kekhawatiranku. Cintanya pada uang lebih besar daripada cintanya kepadaku juga pada kamu. Uang yang sangat dicintainya itulah yang membuat kita tercerai berai seperti sekarang ini.”
Salwa diam. Pikirannya tak karuan.
“Danu Bismaka berambisi menjadi kaya. Sesuatu yang Mami tidak terlalu suka. Mami memilihnya karena Mami pikir dia berbeda. Mami sudah bosan jadi anak dari seorang ayah yang selalu saja membanggakan kekayaan. Kekayaan yang menyilaukan pandangan banyak orang di luar, tapi sesungguhnya rapuh di dalam. Mami waktu itu mengajak Papimu untuk cepat-cepat menikah sebagai pelarian. Ternyata Danu Bismaka sama saja. Padahal, kekayaan tidak mendatangkan kedamaian. Itulah yang Mami rasakan. Mami tidak mau berada di tengah saudara-saudara yang terus-menerus ribut memperebutkan kekayaan. Ini rumit karena sudah menyangkut keluarga besar. Mami tidak nyaman dengan semuanya. Mami pergi untuk mencari kedamaian dan sebuah kehidupan yang sederhana dan bahagia.”

***

Dikutip dari Roller Coaster
ISBN : 978-602-216-027-4
Ukuran : 13 x 19 cm; 216 hlm
Dapatkan bukunya di sini