Roller Coaster

cvr-roller-coaster-1-vert_001

Korupsi telah mulai mengubah tatanan sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh dibuai sehingga mengganggap kejahatan korupsi adalah sesuatu yang biasa. Dengan semangat anti-korupsi tersebut, Arimbi Bimoseno meramu sebuah kisah yang membawanya mendapatkan penghargaan Penulis Terbaik untuk kategori Fiksi Umum dalam Program Indonesia Membumi yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).

***

cvr-roller-coaster_dp    cvr-roller-coaster_bl
“Mungkin seperti inilah sakit yang dirasakan Papi saat Mami pergi meninggalkannya. Dia begitu sedih hingga menjadi gila.”
“Salwa, kamu membuat Mami merasa bersalah. Danu Bismaka sudah lama gila, jauh sebelum dipenjara. Sejak dia berani menerima uang yang tidak jelas asal-usulnya, sejak dia menganggap uang negara adalah uang pribadinya, dia sudah gila. Dia benar-benar sudah berubah. Dia tidak mendengarkan ucapanku, kekhawatiranku. Cintanya pada uang lebih besar daripada cintanya kepadaku juga pada kamu. Uang yang sangat dicintainya itulah yang membuat kita tercerai berai seperti sekarang ini.”
Salwa diam. Pikirannya tak karuan.
“Danu Bismaka berambisi menjadi kaya. Sesuatu yang Mami tidak terlalu suka. Mami memilihnya karena Mami pikir dia berbeda. Mami sudah bosan jadi anak dari seorang ayah yang selalu saja membanggakan kekayaan. Kekayaan yang menyilaukan pandangan banyak orang di luar, tapi sesungguhnya rapuh di dalam. Mami waktu itu mengajak Papimu untuk cepat-cepat menikah sebagai pelarian. Ternyata Danu Bismaka sama saja. Padahal, kekayaan tidak mendatangkan kedamaian. Itulah yang Mami rasakan. Mami tidak mau berada di tengah saudara-saudara yang terus-menerus ribut memperebutkan kekayaan. Ini rumit karena sudah menyangkut keluarga besar. Mami tidak nyaman dengan semuanya. Mami pergi untuk mencari kedamaian dan sebuah kehidupan yang sederhana dan bahagia.”

***

Dikutip dari Roller Coaster
ISBN : 978-602-216-027-4
Ukuran : 13 x 19 cm; 216 hlm
Dapatkan bukunya di sini

Sendi Yuliyadi

Leave a Reply