Cara Legal Melipatgandakan Bunga Bank & Nisbah Bank Syariah

Kelemahan Fatal Sistem Bunga/Nisbah Perbankan Saat Ini di Dunia

Apa jadinya apabila suatu sistem nisbah dan bunga perbankan yang telah digunakan di seluruh dunia saat ini ternyata memiliki kelemahan yang cukup fatal? Ya, itulah kenyataan yang dihadapi dunia perbankan saat ini. Nasabah pun dapat segera memanfaatkan keuntungan atas kelemahan sistem tersebut.
Berikut ini beberapa fakta awal yang perlu kita ketahui dan analisis.
1.    Bunga bank saat ini dihitung secara harian, ditandai dengan perubahan tanggal, dan hasil bunga umumnya diberikan dan dicetak minimum satu bulan sekali.
2.    Transfer uang dapat dilakukan secara online (via ATM, mobile banking, dan internet). Artinya, antara proses transfer dan sampainya terjadi hampir bersamaan (bila ada selisih waktu maka bedanya hanya beberapa detik saja).
3.    Dana transfer akan diterima dan dicatat sesuai dengan waktu dan tanggal sesaat setelah dana transfer dikirim oleh si pengirim (real time). Tentu saja waktu dan tanggal antara si pengirim dan penerima dapat berbeda; dapat maju atau mundur, tergantung pada lokasi geografi di mana si pengirim saat itu melakukan transfer dan lokasi di mana si penerima membuka rekeningnya.
4.    Transfer online ini dapat berlaku di mana pun di seluruh dunia, bahkan bila masih dalam provider dan mata uang yang sama umumnya tidak dikenai biaya transfer.
Keempat fakta inilah yang membuat sistem bunga/nisbah harian mempunyai kelemahan yang sangat fatal. Memanfaatkan kelemahan sistem tersebut, para nasabah dapat memperoleh keuntungan untuk dirinya, yaitu mampu melipatgandakan bunga atau bonus nisbah dari yang semestinya ia terima dari bank tersebut.

Analisa Berdasarkan Fakta Saat Ini
Jika sistem bunga harian adalah pemberian bunga berdasarkan perbedaan tanggal, maka apabila telah terjadi perubahan tanggal, nasabah berhak atas bunga harian tersebut, walaupun kebijakan bank menghitung dan memberikan bunga secara regular satu bulan sekali. Untuk menganalisa secara mudah akan digunakan perbandingan dua kasus berikut ini.
Kasus I
Misalkan Ali mempunyai rekening di Bank A. Pada tanggal 10 pukul 23.00 WIB, dia melakukan transfer via ATM sebesar Rp1.000.000,00 ke rekening Budi. Karena sistemnya real time maka saat itu juga diterima oleh Budi. Keesokan harinya, tanggal 11 pukul 07.00 WIB, uang tersebut langsung diambil melalui ATM dan digunakan oleh Budi untuk belanja kebutuhannya.
Nah, apakah Budi berhak atas bunga sehari dari uang sejuta yang mengendap hanya 8 jam? Dikatakan mengendap ’sehari’ karena dalam catatan transaksi terdapat selisih tanggal satu hari, yaitu antara uang masuk yang tercatat tanggal 10 dan uang keluar yang tercatat tanggal 11. Karena bank menggunakan sistem bunga harian maka konsekuensi logisnya Budi akan mendapat bunga sehari dari uang sejuta rupiah tersebut, walaupun uang itu ada pada rekening Budi hanya 8 jam. Tentu saja dalam kasus pertama ini, pihak nasabah, yaitu Budi, mendapat keuntungan, sebaliknya pihak bank justru dirugikan oleh sistem ini.
Kasus II
Misalkan Ali mempunyai rekening di Bank A. Pada tanggal 10 pukul 01.00 WIB dini hari, dia melakukan transfer via ATM sebesar Rp1.000.000,00 ke rekening Budi. Karena sistemnya real time maka saat itu juga diterima oleh Budi. Malam harinya, pukul 21.00 WIB masih tanggal 10, uang tersebut diambil melalui ATM dan digunakan oleh Budi untuk belanja kebutuhannya.
Sekarang, apakah Budi berhak mendapatkan bunga karena uang sejuta yang mengendap di tabungannya lebih lama dibandingkan kasus pertama? Pada kasus pertama, uangnya hanya mengendap 8 jam dan Budi mendapatkan bunga. Pada kasus kedua, uangnya mengendap lebih lama, yaitu 20 jam, dihitung mulai pukul 01.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Karena bank menggunakan sistem bunga harian maka konsekuensi logisnya Budi tidak akan mendapat bunga sehari dari uang sejuta rupiah tersebut. Hal ini karena dalam catatan rekening tabungan Budi, masuk dan keluarnya uang masih dalam tanggal yang sama. Tentu saja dalam kasus kedua ini, pihak bank tidak dirugikan, namun bila dibandingkan dengan kasus pertama, pihak nasabah, yaitu Budi, justru dirugikan oleh penggunaan sistem ini.
Nah, dari dua kasus tersebut sebenarnya sudah terlihat bahwa sistem bunga berdasarkan perhitungan harian mempunyai kelemahan. Dengan berasumsi bahwa kelemahan sistem pada perbankan terus berlanjut maka pihak nasabah atau kompentitor bank lain dapat mengambil keuntungan dari kelemahan tersebut.

Dengan mengetahui kelemahan tersebut, bagaimana cara kita sebagai nasabah mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari kondisi ini. Semua hal itu dibahas tuntas dalam buku “CARA LEGAL MELIPATGANDAKAN BUNGA BANK & NISBAH BANK SYARIAH” terbitan PUSPA SWARA.

Cara Legal
melwin.siboro

Leave a Reply